Sumur Warga Mengering, Aktivitas Pabrik Club dan JS Disorot

TAKALAR, PILAR-CAKRAWALA.COM – Persoalan ketersediaan air bersih di Dusun Panjo’jo’, Desa Lassang Barat (Lasbar), Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, mulai menuai sorotan. Sejumlah warga mengeluhkan sumur rumah tangga yang mengering dalam beberapa minggu terakhir. Aktivitas pabrik air minum Club dan JS pun ikut dipersoalkan dan kini resmi diadukan ke DPRD Takalar.

Pengaduan tersebut disampaikan melalui surat yang dilayangkan perwakilan warga, Abdul Muis. Dalam surat itu, warga meminta DPRD Takalar turun tangan menyikapi dugaan dampak aktivitas produksi kedua perusahaan terhadap ketersediaan sumber air di lingkungan mereka. Warga menilai persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Jumat(30/10/2026).

Menurut warga, mengeringnya sejumlah sumur telah mengganggu kebutuhan air bersih sehari-hari, mulai dari mandi hingga mencuci. Mereka menduga aktivitas pengambilan air untuk kebutuhan produksi pabrik Club dan JS turut berkontribusi terhadap berkurangnya ketersediaan air tanah. Meski demikian, hubungan antara aktivitas perusahaan dan kekeringan sumur tersebut perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis oleh instansi berwenang.

“Kami merasa sangat dirugikan akibat kondisi ini. Sementara aktivitas pabrik air minum Club dan JS setiap hari terus berjalan dengan memanfaatkan ketersediaan air yang ada di kampung kami,” demikian salah satu poin dalam surat pengaduan warga yang diterima wartawan.

Warga mengaku telah berupaya menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lassang Barat. Namun, hingga pengaduan dilayangkan ke DPRD Takalar, mereka mengaku belum memperoleh tindak lanjut yang memberikan kepastian penyelesaian. Kondisi ini membuat warga akhirnya meminta lembaga legislatif turun tangan untuk mengawal persoalan tersebut.

Warga mendesak Ketua DPRD Takalar bersama komisi terkait dan pemerintah daerah segera melakukan sidak ke lokasi, memeriksa penggunaan sumber air oleh kedua perusahaan, serta mengevaluasi dampaknya terhadap masyarakat sekitar. Mereka bahkan meminta aktivitas pabrik Club dan JS dihentikan sementara hingga persoalan ini mendapat kejelasan. Di sisi lain, pihak perusahaan perlu diberikan ruang untuk menyampaikan penjelasan terkait sumber air yang digunakan, kapasitas pengambilan air, serta langkah antisipasi terhadap dampak lingkungan. Kini, warga menunggu langkah konkret DPRD dan pemerintah daerah agar kebutuhan air bersih masyarakat tidak terabaikan.

(Red)