TAKALAR, PILAR-CAKRAWALA.COM – Membuka peluang bagi generasi muda untuk mengabdikan diri kepada bangsa dan negara, Babinsa Desa Tamalate, Sertu Rapiuddin, anggota Koramil 1426-03/Galut, Kodim 1426/Takalar, melaksanakan sosialisasi penerimaan prajurit TNI kepada masyarakat di Dusun Bontotangnga, Desa Tamalate, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar Kegiatan ini menjadi upaya memberikan motivasi sekaligus membuka wawasan para pemuda mengenai peluang berkarier sebagai prajurit TNI.
Dalam sosialisasi tersebut, Sertu Rapiuddin mengajak para pemuda, khususnya yang belum memiliki pekerjaan dan bercita-cita menjadi prajurit TNI, agar memanfaatkan kesempatan penerimaan dengan mempersiapkan diri sejak dini. Persiapan tersebut meliputi menjaga kesehatan, meningkatkan kemampuan fisik, serta memperluas pengetahuan sebagai bekal menghadapi tahapan seleksi, Minggu(1/11/2026).
“Bagi adik-adik yang memiliki minat mengikuti seleksi penerimaan TNI, persiapkan diri mulai sekarang. Jaga kesehatan, rutin berolahraga untuk meningkatkan kemampuan fisik, serta jangan lupa belajar dan berlatih soal-soal psikotes,” ujar Sertu Rapiuddin.
Ia juga menegaskan bahwa proses penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya terhadap oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.
“Penerimaan prajurit TNI tidak dipungut biaya. Kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi masing-masing peserta, bukan karena bantuan atau jaminan dari pihak tertentu. Ikuti seluruh tahapan seleksi secara jujur dan sesuai prosedur yang berlaku,” tegasnya.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Sertu Rapiuddin berharap semakin banyak generasi muda di wilayah binaannya yang termotivasi untuk mengabdikan diri melalui TNI. Ia mengajak para pemuda agar tidak takut bermimpi, tetapi membuktikan cita-cita tersebut melalui usaha, kedisiplinan, kesiapan, dan doa.
“Jangan takut bermimpi menjadi prajurit TNI. Persiapkan diri, jaga kesehatan, tingkatkan kemampuan, dan raih cita-cita dengan usaha serta doa,” tutupnya.
(Agung Pratama)
