Warga Sayoang Menjerit, Air PDAM Mirip Teh dan Jarang Mengalir

TAKALAR, PILAR-CAKRAWALA.COM – Pelayanan PDAM Tirta Panrannuangku Kabupaten Takalar dikeluhkan warga Sayoang. Air yang mengalir ke salah satu rumah warga tampak kecokelatan menyerupai air teh. Ironisnya, persoalan bukan hanya pada warna air, tetapi juga distribusinya yang tidak menentu. Warga mengaku air lebih sering tidak mengalir, padahal pembayaran tagihan setiap bulan tetap lancar.

Kondisi tersebut membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut keluhan warga, air terkadang baru mengalir pada tengah malam. Situasi ini menimbulkan kekecewaan karena masyarakat membutuhkan air bersih setiap saat, bukan hanya menunggu aliran yang datang pada waktu tertentu. Ketika air akhirnya mengalir, warna kecokelatan justru menambah kekhawatiran pelanggan terhadap kualitas air yang diterima, Rabu(28/10/2026).

“Air kadang jalan, tetapi lebih sering tidak mengalir. Padahal, pembayaran setiap bulan lancar. Kami selalu membayar tagihan, tetapi air yang menjadi kebutuhan sehari-hari justru susah didapat. Kalau mengalir pun, terkadang warnanya mirip air teh. Kami sangat kecewa,” ujar salah seorang warga Sayoang yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Keluhan ini menjadi perhatian serius karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Warga mempertanyakan bagaimana pelayanan distribusi air dapat berjalan tidak menentu, sementara kewajiban pelanggan untuk membayar tagihan tetap harus dipenuhi. Mereka berharap PDAM Tirta Panrannuangku tidak menganggap persoalan tersebut sebagai keluhan biasa, melainkan segera memeriksa jaringan distribusi dan memastikan kualitas air yang disalurkan kepada pelanggan.

Direktur Utama PDAM Tirta Panrannuangku diharapkan segera memberikan penjelasan terbuka serta mengambil langkah konkret untuk menjawab keluhan warga Sayoang. Pemeriksaan kualitas air dan evaluasi distribusi dinilai penting agar persoalan tersebut tidak terus berlarut-larut. Warga tidak meminta pelayanan istimewa, melainkan hak mendasar berupa air bersih yang layak dan distribusi yang lancar. Jangan sampai tagihan rutin dibayar setiap bulan, tetapi air bersih justru sulit dinikmati.

(Red)