TAKALAR, PILAR-CAKRAWALA.COM – Pelaksanaan pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 2 Takalar menjadi sorotan. P2SP (Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan) diduga tidak difungsikan sebagaimana mestinya dalam pelaksanaan maupun pengawasan pekerjaan, sementara pekerjaan di lapangan disebut-sebut justru melibatkan pihak ketiga.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai peran P2SP dalam program revitalisasi sekolah. P2SP semestinya memiliki fungsi dalam mengawal proses pekerjaan sesuai ketentuan, termasuk memastikan pelaksanaan berjalan transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, Jumat(2/10/2026).
“Kami mempertanyakan kenapa P2SP tidak difungsikan dengan baik. Informasi yang kami terima, pekerjaan justru dikerjakan pihak ketiga. Kalau memang demikian, harus dijelaskan siapa yang mengerjakan dan bagaimana mekanismenya,” ungkap sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Menurut sumber tersebut, persoalan ini perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut pelaksanaan program yang menggunakan anggaran pemerintah. Pihak terkait diminta mengecek langsung keterlibatan P2SP, mekanisme pekerjaan, serta pihak ketiga yang diduga mengerjakan pekerjaan revitalisasi di SMP Negeri 2 Takalar.
“Jangan hanya melihat hasil bangunannya, tetapi prosesnya juga harus diperiksa. P2SP jangan sampai hanya tercantum secara administratif, sementara pekerjaan di lapangan justru dijalankan pihak lain,” tegas sumber tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 2 Takalar dan instansi terkait masih perlu memberikan klarifikasi atas sorotan tersebut.
(Red)
